Sabtu, 04 Desember 2010

KERJA atau BISNIS?

Sumber: www.AnneAhira.com

Kemarin malam, saya menulis pertanyaan di facebook pada teman-teman, yang mana yang mereka inginkan? Jadi pebisnis atau bekerja untuk sebuah perusahaan? Kurang dari 1 jam saya mendapatkan lebih dari 200 komentar.


Anne Ahira - Facebook


Saya perhatikan dari setiap jawaban, ternyata hampir semuanya menginginkan jadi PEBISNIS. Alasannya bermacam-macam, ada yang berpikir dengan berbisnis uangnya bisa lebih banyak, bisa mengatur waktu sendiri, ada juga yang ingin jadi BOS dan lain-lain.


Pertanyaannya: SUDAHKAH mereka memulai?


Atau hanya 'sekedar keinginan'?


Adalah hal yang sering saya dengar dari banyak orang, mereka mengaku ingin sukses, tapi selalu memiliki alasan, salah satunya ‘tidak ada waktu’ atau 'tidak punya modal'.


Tidak jarang orang mengirimkan email kepada saya, mengaku ingin sukses,  ingin menjalankan bisnis seperti saya, lalu di belakang emailnya dibumbui 'tapi sayang Ahira, saya tidak punya modal' :-)


Sound familiar? :-)


Jika ada orang mengirimkan email seperti itu, saya selalu menjawab:


Teman..


Lapar adalah MODAL untuk mencari makan.


Haus adalah MODAL untuk mencari minum.


Ketidaktahuan adalah MODAL untuk mencari tahu.


Bodoh adalah MODAL untuk menjadi pintar.


Tidak punya 'modal', adalah MODAL untuk mencari dan mendapatkan modal yang Anda perlukan.


JIKA ANDA BENAR-BENAR MENGINGINKANNYA, ANDA AKAN MENEMUKAN JALANNYA! :-)


Saya berani mengatakan seseorang tidak akan pernah bisa menjadi PEBISNIS sukses jika dia tidak bisa atau tidak mau mengusahakan APA yang dia perlukan.


Jika Anda benar-benar ingin menjadi seorang PEBISNIS dan SUKSES, Anda harus siap: Memecahkan setiap masalah yang ada di depan mata, sebelum mengecap yang namanya 'keuntungan'.


Sederhananya, bagaimana kita mau jadi pebisnis, jika pada saat awal saja, dan hanya karena 'tidak punya modal' Anda jadikan alasan untuk tidak bergerak maju.


Anda bayangkan, jika Anda menjadi seorang pebisnis, kita buat saja contoh yang mudah dipahami dan dibayangkan: Saya mendirikan perusahaan PT. Asian Brain di Indonesia dan Asian Brain LLC di Amerika. Perusahaan Asian Brain saat ini memiliki ratusan staff di sana sini. Sebagai pebisnis, saya harus bertanggung jawab di antaranya:


Menggaji ratusan staff setiap bulan. Saya *harus berpikir* bagaimana agar perusahaan tetap berjalan, bisa menggaji ratusan staff setiap bulan dan membuat perusahaan semakin maju.


Saya tidak boleh 'merengek' dan tinggal diam, mengharapkan bantuan dan belas kasihan dari orang lain, melontarkan alasan "Saya ingin berhasil, tapi saya tidak punya modal untuk menggaji staff saya??".


No way...!


Sebagai PEBISNIS, Anda *tidak boleh* punya mental seperti itu. Sebagai PEBISNIS Anda ditantang untuk terus berpikir dan menuntaskan segala permasalahan yang menjadi tanggung jawab Anda, bukan orang lain.


Bagaimana Anda mau jadi pebisnis, jika masalah sendiri Anda lontarkan pada orang lain? :-)


Siapapun yang menjadi Pebisnis, tentunya ingin bisnisnya menjadi besar dan maju bukan? Nah, jika usaha Anda besar, maka tanggung jawab Anda pun akan semakin besar. Tanggung jawab Anda tidak hanya sebatas untuk kepentingan diri sendiri, tapi lebih banyak untuk orang lain. Maka sikap KEPEMIMPINAN pun menjadi mutlak untuk seorang pebisnis.


Menggaji staff hanyalah 'salah satu' dari sekian banyak tanggung jawab yang harus Anda pikirkan pada saat bisnis sudah menjadi besar. Belum memikirkan biaya ini itu, strategi ini dan itu yang harus selalu dipikirkan untuk kelangsungan usaha kita.


Banyak orang hanya membayangkan nikmatnya jadi pebisnis dari segi 'keuntungan', tapi mereka melupakan USAHA dan kerja keras pebisnis dalam keseharian. Kegagalan demi kegagalan yang harus mereka pecahkan, dan mereka tidak pernah berhenti hingga apa yang mereka inginkan tercapai.


Jika Anda ingin jadi pebisnis yang berhasil, bersiap-siaplah untuk menelan ratusan kegagalan di awal, sebelum mengecap keberhasilan pertama.


Jangan melihat asyiknya pebisnis dari keuntungan yang mereka dapatkan. Dari Penghasilan mereka yang miliaran. Lihatlah 'babak belur' nya mereka sebelum mencapai pada posisi sekarang.


Menjalankan bisnis tidak selalu tergantung pada 'modal uang' untuk menjalankannya. Tapi lebih pada pola pikir dan sikap kita yang SIAP akan berbagai macam tantangan.


Teman, kita hidup di dunia nyata, bukan sinetron. Pebisnis sukses tidak hanya asal memberikan tanda tangan, naik mobil mewah dan liburan ke luar negeri.


Yang namanya KERJA KERAS adalah mutlak untuk seorang pebisnis. Berani babak belur di awal. Siapkan mental Anda untuk mengalami kegagalan dan kerugian yang bertubi-tubi. Tidak hanya selalu memikirkan keuntungan.


Belajarlah untuk dewasa di mana Anda benar-benar mau menerima kenyataan bahwa tidak ada yang namanya 'sukses instan' di dunia ini. Tidak ada yang namanya sukses gratisan. Semua diperlukan pengorbanan di awal, jerih payah dan usaha yang sangat tidak sedikit.


Teman, sukses tidak selalu tergantung pada yang namanya ‘uang’ atau perlu modal. Bukankah banyak di antara kita yang selalu mengatakan uang bisa dicari? Dan ITULAH ujian Anda pertama kali sebagai pebisnis! Ayo pecahkan. Bukan dijadikan sebagai alasan.


Ingat, kita telah diberi modal sejak lahir oleh Yang Maha Pemberi Modal, yaitu: akal pikiran. Gunakanlah itu sebagai modal awal dan modal utama Anda.


Ingat selalu rumusnya:


JIKA ANDA BENAR-BENAR MENGINGINKANNYA, ANDA AKAN MENEMUKAN JALANNYA.


Dan tentunya jangan lupa, awali setiap langkah Anda dengan do'a. :-)


---------------
Belajar bisnis bersama Anne Ahira di AsianBrain.com
--------------

Selasa, 30 November 2010

Keistimewaan DIY

Beberapa hari ini media disibukkan oleh berita mengenai pemerintah pusat versus pemerintah kota Jogja, mengenai status keistimewaan DIY. Sejujurnya saya sebagai seorang mahasiswa yang notabene juga warga Jogja ikut risih dengan berbagai macam pemberitaan ini, sehingga tergelitik juga untuk ikut memberikan opini.

http://nasional.kompas.com/read/2010/11/30/12242697/Sebut.Monarki..Kesalahan.Strategi.SBY-7

Dalam pikiran saya waktu membaca berita ini, sungguh aneh seorang presiden tidak bisa mengenal keseluruhan karkateristik daerahnya di wilayah yang beliau pimpin sendiri. Karakteristik itu juga berarti nilai history dan segala hal yang berkaitan dengan daerah tersebut. Setiap daerah di wilayah Indonesia ini memiliki berbagai macam karakteristiknya sendiri-sendiri, sehingga perlakuan yang diberikan di tiap daerah itu pun seharusnya berbeda. Perlakuan disini bukan berarti membeda-bedakan atau menganaktirikan daerah yang lain, tetapi lebih kepada memberi perlakuan tepat dan sesuai yang dibutuhkan.

Kalau memang warga Jogja sendiri sudah 'sreg' dengan Sri Sultan HB X dan Paku Alam IX sebagai gubernur dan wakil gubernur kota Jogja, trus kenapa harus dipaksakan sesuatu yang asing ??
Seorang pemimpin adalah seorang yang haruslah disukai dan dihormati oleh pengikutnya, sehingga buat apa memaksakan sesuatu orang yang lain yang sejatinya tak akan dihargai oleh warga Jogja.
Kraton Jogjakarta bukanlah sesuatu 'monarki' dalam sebuah negara republik seperti yang dikemukakan oleh Presiden kita SBY. Kraton adalah suatu nilai history yang hingga kini masih dijunjung tinggi oleh segenap rakyat Jogja. Mungkin kita semua masih harus banyak belajar sejarah bangsa kita sendiri, sehingga kita bisa meresapi setiap nilai dan makna yang terkandung di dalamnya.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai sejarahnya sendiri. Opini ini bukan untuk mencemooh siapapun, tetapi hanya sekedar uneg-uneg yang harus dituangkan.

viva for JOGJA!

asal muasal blog

dreaming n doingdua kata yang gak boleh dilepasin..

dreaming!!! 
If u still alive don't stop dreaming! coz it can makes u full of passion. ahaha....dengan bermimpi aku selalu merasa kalo hidup ini terus berjalan..gak pernah berhenti sedetik pun. MImpi itu pula yang bikin aku tau apa yang pengen aku raih dalam hidup ini. Padahal ada jargon iklan ya "ngimpiii"..aahhaha..biarin lah..mimpi itu membuat kita kaya kok..banyak hal dan ide bisa didapat dari sebuah mimpi..sekedar mimpi asal bukan mimpi yang aneh-aneh yaa...hehe


doing!!
kata ini merupakan kelanjutan dari mimpi itu tadi. Mimpi yang tak diwujjudkan gak ada gunanya..sebenernya ini sih sekedar motivasi dari diriku sendiri buat bisa take action! gak sekedar mimpi. 


Akhirnya semangat Dreaming n Doing bisa tak ucapkan setiap saat n akhirnya menjadi sesuatu yang hebat!!!!siiipppppp....

Senin, 29 November 2010

say hi!

jujur bingung pertama kali mau nulis apa disini...ragu iya..apalagi tulisan ini bakal dibaca sama orang-orang.
Perkenalkan dulu, nama saya Dwita Purnamasari..sekarang saya masih studi di FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta dengan konsentrasi studi PR.

maklum baru mulai posting perdana sekarang ini,,jadi pasti masih aneh dan butuh banyak latihan juga untk mulai nulis..ehhehe..gak apa-apa lah ya..yang penting kan mau mencoba,,^^